Gambar 1: Tokoh Tony Stark dalam Film Iron Man Sedang Mengkonsep Baju Tempur Iron Man (www.gizmodo.com.au)
Ternyata banyak sekali penemuan teknologi yang terinspirasi oleh film. Dan lagi-lagi, salah satu dari sekian banyak film penginspirasi tersebut adalah Iron Man. Seperti pada gambar di atas, terlihat bahwa tokoh Tony Stark, sedang berinteraksi dengan komputer yang dia jadikan asisten pribadi, menggunakan teknologi yang kita sebut hologram.
Terdapat dua jenis hologram pada film Iron Man, yaitu hologram dua dan tiga dimensi. Hologram dua dimensi atau yang kita kenal sebagai 2D, berfungsi sebagai interface tokoh Tony Stark dan komputer asisten pribadinya, Jarvis. Sedangkan hologram 3D digunakan untuk menampilkan detail konsep baju tempur Iron Man.
Teknologi hologram merupakan salah satu
teknologi hasil rekayasa optik. Teknologi ini sebenarnya sudah
dikembangkan sejak akhir tahun 1940 an oleh fisikawan Hungaria bernama
Dennis Gabor. Dennis memperoleh nobel fisika tahun 1971 atas karyanya
dalam penemuan dan pengembangan pada metode holografi. Dennis secara
tidak sengaja menemukan teknik holografi ini dalam usaha penelitiannya
mengenai pengembangan mikroskop elektron. Oleh karena itu, teknik
holografi Dennis menggunakan sebuah metode yang dinamakan electron
holography. Pengembangan teknik holografi ini tidak berkembang sampai
tahun 1962. Pada tahun tersebut, seorang ilmuwan Uni Soviet, Yuri
Denisyuk, mengembangkan sebuah sistem laser yang dapat “merekam” objek
secara tiga dimensi. Teknik holografi yang ditemukan Yuri dan tim diberi
nama transmission hologram. Sinar laser dikenakan pada objek dan
diteruskan ke lapisan hologram. Gambar rekonstruksi ditampilkan pada
sisi lainnya dari lapisan hologram tersebut. Teknik holografi Yuri
menggunakan campuran emulsi dari Perak–Halida sebagai medium perekaman.
Pada perkembangan selanjutnya, teknik transmission hologram mengalami
kemajuan yaitu ditemukannya teknik holografi lain yang biasa disebut
rainbow hologram. Rainbow hologram ditemukan oleh Dr. Stephen Benton
dari MIT pada tahun 1968. Rainbow hologram ini biasa kita temukan dalam
label-label yang bisa menjamin keaslian suatu produk. Rainbow hologram
juga biasa digunakan untuk tujuan keamanan. Kelebihan rainbow hologram
adalah dapat menghasilkan gambar rekonstruksi hanya dengan cahaya putih
yang merupakan cahaya umum di sekitar kita.
Secara umum, hologram dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis. Yaitu hologram transmisi dan tipe refleksi.
Untuk tipe transmisi, sudah dijelaskan di atas. Sedangkan hologram tipe
refleksi merupakan hologram yang dapat menggunakan cahaya putih biasa.
Selain itu, gambar konstruksi yang dihasilkan dapat dilihat dengan sisi
yang sama dengan arah datangnya cahaya. Oleh karena itu, disebut
hologram refleksi karena menggunakan prinsip refleksi dalam menghasilkan
gambar hologram.
Cara Kerja
Secara umum, hologram merupakan sebuah
proses penampilan gambar yang terbentuk akibat terbentuknya pola
pencampuran sinar ketika dua sinar laser bertumbuk pada satu permukaan
holograf. Salah satu dari sinar tersebut dinamakan Reference Beam yaitu
sinar yang tidak memantul pada objek, sedangkan sinar yang lain disebut
Object Bea karena memantul dan mengenai objek. Sedangkan untuk
mengetahui prinsip kerja dari masing-masing hologram, simaklah
penjelasan untuk asing-masing tipe hologram di bawah ini.
Transmission Hologram
Transmission Hologram merupakan hologram
yang terbentuk karena pertumbukan Reference Beam dan Object Beam pada
satu permukaan holograf. Pada umumnya, Transmission Hologram memerlukan
sinar seragam seperti sinar laser sebagai sumber cahaya dalam
pembentukan gambar rekonstruksi dari suatu objek.
Terlihat pada gambar di atas, sinar
laser dibagi menjadi dua oleh Beam Splitter. Beam splitter ini merupakan
sebuah kaca yang bersifat setengah cermin dan setengah lensa. Sinar
yang dipisah oleh beam splitter dibagi menjadi dua, yaitu reference beam
dan object beam. Reference beam diarahkan langsung pada permukaan
holograf. Sedangkan sinar yang lain yaitu object beam, diarahkan pada
objek dan dipantulkan menuju permukaan holograf. Percampuran antara
reference beam dan object beam pada permukaan holograf dapat
menghasilkan gambar rekostruksi yang dapat dilihat pada sisi holograf
yang tidak terkena sinar atau sisi yang berlawanan dari permukaan
holograf yang dikenai sinar.
Pada umumnya, transmission hologram
memerlukan sinar yang bersifat quasi-monokromatik seperti sinar laser.
Akan tetapi, terdapat jenis transmission hologram yang bisa menggunakan
sumber cahaya putih atau cahaya sekitar, yang disebut Rainbow Hologram.
Rainbow hologram merupakan perkembangan dari transmission hologram yang
hanya bisa bekerja jika dikenai sinar laser. Rainbow hologram dapat
bekerja meskipun hanya mendapat cahaya biasa atau cahaya putih.
Gambar rekonstruksi yang tercipta pada
rainbow hologram merupakan hasil dari dua proses holografi. Proses
pertama mirip seperti pada transmission hologram sebagai objek dan
hologram yang terbentuk melalui celah horizontal. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan gambar berikut.
Gambar di atas merupakan susunan optika
yang digunakan oleh Dr. Stephen Benton untuk menghasilkan efek rainbow
hologram pada tahun 1968. Dari gambar di atas, terlihat bahwa celah
horizontal terletak di depan objek. Celah horizontal ini bertujuan untuk
menghilangkan efek parallax (Efek perbedaan persepsi posisi akibat
perbedaan sudut pandang) secara vertikal. Objek disinari oleh cahaya
laser, kemudian sinar dipantulkan melalui celah sempit menuju lapisan
hologram. Selain itu, lapisan hologram juga dikenai oleh reference beam.
Hal ini persis seperti pada transmission hologram. Perbedaannya hanya
terletak pada penggunaan celah sempit horizontal (Narrow slit). Adanya
celah sempit di depan objek ini membuat pengamat hanya bisa melihat
sebagian kecil dari objek pada suatu sudut pandang. Pengamat dapat
mengamati bagian kecil lainnya dari objek jika merubah sudut pandangnya.
Jika rainbow hologram ini dikenai cahaya putih secara langsung, maka
tiap-tiap sinar dengan panjang gelombang berbeda akan menghasilkan
gambar rekonstruksi pada sudut berbeda. Sehingga keseluruhan objek dapat
dilihat oleh pengamat melalui satu sudut pandang. Jika pengamat
mengubah sudut pandangnya, maka akan terjadi pergeseran panjang
gelombang sinar yang seolah-olah mengubah warna objek menjadi
warna-warna pelangi (penyusun sinar putih). Inilah



